Jangan menjadikan dirimu sebagai PLAGIAT !!! Hargai karya orang lain :)

Rabu, 03 Agustus 2016

Semoga itu KAMU

Aku menatap dalam layar laptopku. Termangu dan sedang mengamati tulisan yang akan aku posting di blog favoritku. Meneliti secara perlahan serta membaca ulang kata per kata hingga paragraf. Mungkin kamu tidak akan membaca tulisan ini. Tetapi aku akan tetap menulis tentang kamu, walaupun aku tahu kamu tidak akan pernah mau tahu. Tuan, seandainya kamu memiliki perasaan peka sedikit saja, aku dan hatiku tak akan mengalami hal seperti ini. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana aku melalui hari tanpa mengetahui kabarmu. Kamu tidak akan pernah memahami sesak yang kurasakan setiap memikirkanmu. Kamu tidak akan pernah menyadari betapa banyak tabungan rindu yang telah aku tumpuk hari demi hari.......meskipun aku tahu orang yang sedang kamu rindukan itu, bukanlah aku.
Setiap hari aku berusaha mengisi waktu luangku dengan melakukan apapun itu agar aku tak punya waktu bahkan sedetik saja untuk mengingatmu. Entah sejak kapan kamu memiliki tempat yang tetap di sana, di hatiku yang hingga saat ini masih terisi olehmu. Dan aku belum menemukan cara terbaik untuk menghilangkan perasaanku terhadapmu. Kamu selalu kembali teringat ketika aku berusaha keras untuk mengusirmu pergi.
Aku memaksa diriku untuk melupakan apa yang ada pada dirimu. Mulai dari senyum manis yang terukir di wajah sendu itu. Tatapan tajam yang entah mengapa aku selalu merasakan kenyamanan ketika kamu memandangku seperti itu. Bahkan aku mencoba melupakan hangatnya jemari tanganmu ketika menggenggam tanganku. Pada akhirnya segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Begitu pula dengan apa yang telah aku lakukan. Nihil.
Salahkah jika aku terlalu berlebihan?
Tulisan ini sungguh tidak penting, hanya berisi tangis gadis berumur belasan yang meminta kejelasan. Lalu apa artinya chat kita hingga larut malam yang bisa membuat aku tersenyum kegirangan? Lalu apa maksud kata-kata lembutmu yang selalu bisa menyihirku? Lalu apa tujuannya ketika aku mulai jatuh cinta tapi kamu pergi seenaknya? Mungkin jika kamu membaca tulisan ini kamu akan balik bertanya “memangnya kamu siapa?” aku memang bukan siapa-siapa dan mungkin aku perempuan bodoh yang terlalu menggunakan perasaan yang tak pernah berpikir bahwa pangeran sepertimu tak mungkin jatuh cinta kepada upik abu sepertiku. Seharusnya sejak awal percakapan kita, aku tidak perlu berharap lebih dari ini.
Aku pun ingin berpikir logis. Aku ingin berpikir sepertimu. Kamu tahu? Menjadi perempuan peka sungguh melelahkan. Aku juga ingin tidak berharap lebih padamu, tapi aku sudah mencintaimu. Aku pun berusaha untuk melupakanmu tetapi ketika tahu bahwa bersamamu terasa sangat menyenangkan, rasanya begitu sulit melupakanmu dalam hitungan hari.  
Aku sungguh jatuh cinta padamu. Dalam padatnya aktivitasmu, aku selalu menatap ponselku. Setiap ada pemberitahuan masuk, aku berharap itu kamu. Setiap ponselku bordering, aku berharap itu kamu. Setiap layar ponselku menyala, aku berharap itu kamu.
Semoga itu kamu, yang menggenggam jemariku ketika aku merasa kebingungan dalam menentukan arah hidupku. Semoga itu kamu, yang memelukku ketika aku lelah menghadapi kenyataan. Semoga itu kamu yang menemaniku menyusuri pantai sambil menikmati sapuan ombak. Dan semoga itu kamu yang mengecup dahiku pelan, serta menenangkanku ketika aku menangis sambil berkata bahwa semuanya akan tetap berjalan dan baik-baik saja sebagaimana mestinya.

Semoga saja itu KAMU...

Pulanglah! Aku menunggumu..